"Selamat Datang" Silahkan Cari Yang Anda Butuhkan dan Jangan Lupa Meninggalkan Email Anda Atau Akun Lainnya

Kamis, 30 Juni 2011

Laporan Praktek Kerja Bengkel "Sistem Saluran dan Pembuangan "

    Dan inilah Praktek terakhir pada jurusan teknik Sipil yang tepatnya pada semester 4.
praktek ini sangat berguna bagi anda dalam mempelajari saluran pembuangan pada rumah anda.









BAB I

PENDAHULUAN



1.1.     Latar Belakang
Sistem saluran dan pembuangan adalah suatu konstruksi yang mengatur pemasukan atau penyuplaian air bersih guna kebutuhan manusia dan pengeluaran /pembuangan air bekas/limbahnya ketempat tertentu. Serta pembuangan atau pengaliran air hujan, air rawa dan sebagainya, hal ini penting guna menjamin kesehatan manusia.
Pengetahuan mengenai bahan-bahan yang dipergunakan pada pekerjaan system saluran dan pembuangan meliputi : jenis dan fungsi pipa, alat penyambung peralatan saniter dan bahan-bahan untuk pembuatan saluran.

1.2.  Definisi Praktek Kerja Pipa
Pengertian dari pekerjaan pipa itu sebenarnya sangat luas sekali, tapi dalam garis besarnya dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu :

1.      Jaringan pipa dalam
Jaringan pipa dalam adalah pemasangan atau penyambungan pipa-pipa untuk pemasukkan dan pipa pengeluaran khusus yang terdapat di dalam bangunan untuk segala keperluan alat plambing, seperti : kamar mandi, wc, tempat cuci piring (sink), tempat cuci tangan, tempat buang air kecil (urinal/bidet), jaringan pipa gas, jaringan pipa untuk keperluan rumah, dan lain-lain.

2.      Jaringan pipa luar
Jaringan pipa luar adalah pemasangan atau penyambungan pipa-pipa di luar bangunan.Batasan tanggung jawab perawatan dan perbaikan kerusakan adalah sebagai berikut :
1.    dari meteran ke dalam ( instalasi dalam rumah ) adalah tanggungjawab yang punya rumah ( gedung ).
2.                  dari meteran ke luar adalah tanggungjawab PDAM atau pihak penjual jasa.

1.3.   Macam-macam Pipa
Pipa ada beberapa macam jenis, yaitu :
1.      Pipa penghantar, adalah pipa yang mengantarkan air dari sumber air digunung, sungai atau sumber air lannya ke reservoir/bak/kolam penampung.
2.      Pipa induk, adalah pipa yang mengalirkan air dari reservoir pada jaringan pipa di dalam kota untuk sampai ke rumah-rumah.
3.      Pipa bagi atau distribusi, adalah pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah atau ke konsumen.

1.4.   Bahan-bahan Pembuat Pipa
Untuk pembuatan pipa dibutuhkan bahan yang bermacam-macam, yaitu :
a.      Untuk Pipa Penghantar dan Pipa Induk
  1. Pipa Besi Tulang
Digunakan untuk instalasi air bersih dan air kotor, diproduksi dengan ukuran ø 2” – 5” dengan panjang 3 – 6 m.

  1. Pipa Galvanis
Pipa besi lunak yang dilapisi dengan timah , diproduksi dengan berbagai ukuran maupun ketebalan dindingnya disesuaikan dengan kegunaannya ukuran standar adalah 6 m.

  1. Pipa Tembaga
Dipakai untuk instalasi air bersih, terutama untuk instalasi air panas, karena tembaga merupakan bahan penghantar panas yang baik, ringan, mudah disambung, tahan terhadap karat.

  1. Pipa Baja
Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk mengalirkan zat pelumas seperti minyak.Pipa jenis ini mempunyai kekuatan yang lebih baik daripada jenis pipa tuang.

  1. Pipa Beton
Digunakan untuk instalasi air bersih dan instalasi air buangan.Dibuat dengan ukuran ø 30 – 100 cm dengan panjang 50 – 100 cm, disambung dengan beton dan mortar.

  1. Pipa PVC ( Polyvinyl Chlorida )
Dipergunakan untuk instalasi air bersih maupun air kotor, dibagi dalam 4 kelas yaitu :
1.                  Kelas AW (VP) dengan tekanan kerja 10 kg/cm2
Digunakan untuk instalasi air bersih, saluran pembuangan, irigasi, pembuangan dan ventilasi gedung, saluran bahan kimia dan sprinkler.

2.                  Kelas A2 digunakan dengan tekanan kerja 5 kg/cm2
Digunakan untuk pembuangan, irigasi pembuangan pada jalan raya, pembuangan pada bangunan.

3.                  Kelas D (VU) dengan tekanan kerja 5 kg/cm2
Digunakan untuk pembuangan, irigasi pembuangan pada jalan raya, pembuangan pada bangunan.

4.                  Kelas C untuk saluran kabel listrik
Digunakan untuk instalasi listrik dan penerangan.




  1. Pipa Asbes
Digunakan untuk instalasi air buangan. Diproduksi dengan ukuran ø 25-80 cm dengan panjang 6 m, disambung dengan lem dan mortar khusus.

b.      Untuk Pipa Pembagi / Distribusi
·    Pipa galvanis
·         Pipa PVC
·         Pipa tembaga
·         Pipa besi tuang
·         Pipa kuningan
·         Pipa timah hitam

Dari berbagai jenis bahan pipa diatas, untuk jaringan pipa pembagi/distribusi yang paling banyak digunakan adalah pipa PVC dan galvanis,

a)      Pipa Galvanis
 Sifat-sifat pipa galvanis :
  1. Permukaan licin
  2. Kuat
  3. Mudah dibentuk
  4. Tahan karat jika tidak terkelupas

Keuntungan pipa galvanis :
  1. Tahan pecah
  2. Tahan lama
  3. Sambungannya menggunakan ulir
  4. Permukaannya kuat

b)     Pipa PVC
Pipa PVC mempunyai banyak kelebihan daripada pipa galvanis, adapun keuntungan pipa PVC dibandingkan dengan pipa galvanis adalah :
1.      Ringan, tahan karat, dan permukaan dalamnya licin.
2.      Elastisitasnya tinggi
3.      Tidak mudah terbakar
4.      Beratnya 1/5 kali berat pipa galvanis
5.      Dapat dipakai sebagai isolasi yang baik
6.      Kekuatannya cukup besar
7.      Tahan terhadap zat kimia
8.      Mudah dibentuk

Meskipun pipa PVC banyak kelebihan dibandingkan dengan pipa galvanis, tetapi pipa PVC juga mempunyai kekurangan, yaitu :
1.      Tidak tahan panas
2.      Mudah pecah karena dibuat dari plastik
3.      Pipa yang sudah dibentuk sulit diubah kembali.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran air pada lintasan instalasi pipa adalah:
  1. Diameter Pipa
Semakin besar ukuran pipa atau semakin besar diameter pipa maka semakin banyak air yang dapat dialirkan.
  1. Panjang pipa
Semakin panjang pipa semakin panjang perjalanan air maka semakin besar gesekan yang terjadi di permukaan dalam pipa oleh air.
  1. Keadaan Pipa
Air lunak yang kaya akan O2 dan air keras yang banyak mengandung garam akan mempercepat terjadinya karat pada permukaan dalam pipa, hal ini dapat menghambat aliran air.
  1. Perubahan Arah Aliran
Belokan yang tajam akan memperlambat laju aliran air, oleh karena itu dalam merencanakan jaringan pipa diusahakan seminimal mungkin merubah arah aliran.
  1. Mutu sambungan
Bram/serpih di ujung pipa, mutu uliran dan lilitan threat type akan mempengaruhi aliran air.
  1. Pemasangan Valves
Dalam jaringan pipa perlu direncanakan pemasangan valves (kran) untuk menghentikan sementara aliran air apabila terjadi perbaikann pipa.
  1. Pembesaran Ukuran
Agar pengaliran air akan tetap lancar, perubahan ukuran (pemakaian Reducing Socket) dibuat secara bertahap / tidak terlalu drastis.


Ukuran Nominal Pipa
Æ (mm)
Æ (inch)
Æ (mm)
Æ (inch)
6
100
4
8
¼
125
5
10
150
6
15
½
175
7
20
¾
200
8
25
1
225
9
32
250
10
40
300
12
50
2
350
14
65
400
16
90
3
500
20






1.1.   Alat Sambungan Pipa
Untuk membuat suatu instalasi pasti kita membutuhkan banyak pipa, karena keterbatasan panjang, dan bentuk pipa yang dijual di pasaran dan diproduksi dari pabrik, maka dalam pekerjaan suatu instalasi kita tak terlepas dari penyambungan-penyambungan pipa. Adapun macam-macam alat sambung tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Socked
DSC06177
·         Digunakan untuk memperpanjang pipa (menyambung pipa lurus).
·         Diameter pipa yang disambung sama dengan penyambungan.
·         Memakai ulir dalam.

2.      Elbow
·         Digunakan untuk membelokkan aliran.
·         Menggunakan ulir dalam.





3.      Bend
·         Digunakan untuk membelokkan arah aliran beradius besar.
·         Menggunakan ulir dalam F dan M

4.          Tee Stuck
·         Digunakan untuk membagi aliran menjadi dua arah.

5.      Reducer Elbow
r elr el 2
·         Digunakan untuk memperkecil aliran yang dibelokkan
6.      Reducer Socket
images11
·         Digunakan untuk memperkecil aliran.

7.      Barrel Union
·         Digunakan untuk menyambung pipa permanent ( mati ) yang terdiri dari 3 bagian.

8.      Dop ( F )
images
·         Digunakan untuk menutup aliran pada ujung pipa.


9.      Stop Kran ( Gate Valve )
PIC_0582






·         Digunakan untuk mengatur aliran.
·         Dipasang sebelum meteran.
·         Dapat menutup/ menghentikan aliran pada saat perbaikan.

10.  Kran
images1
·         Digunakan untuk penutupan atau pengeluaran air.

11.  Bushes



·   Digunakan untuk menyambung 2 buah pipa yang berlainan ukuran  diameternya.
·   Mempunyai ulir luar pada sisi luar dan ulir dalam pada sisi dalam.

12.  Double Nipple
·         Digunakan untuk mengencangkan sambungann pipa, bentuk sambungan ini segi enam, ditengah alat ini digunakan untuk mengencangkan sambungan dengan bantuan kunci pipa.

13.  Nipple






14.   Plug
·         Digunakan untuk penutup sambungan.


Macam-macam Penyambungan Pipa :
  1. Dengan uliran
  2. Dengan lem/ perekat khusus
  3. Dengan pengelasan
  4. Dengan system flens
  5. Dengan beel dan spigot ( ring karet )

15.  Seal Tape
Seal tape alat untuk membalut ulir agar sambungan tidak bocor.

Cara Menentukan Ukuran Panjang Pipa :
1.      Dari pusat  fitting ke pusat fitting termasuk fitting yang ada diantaranya
2.      Dari ujung luar fitting ke ujung luar fitting
3.      Dari pusat fitting ke ujung uliran
4.      Dari ujung uliran ke ujung uliran
5.      Panjang efektif pipa


PANJANG ULIRAN PIPA
f Pipa ( inchi )
Jumlah ulir
Panjang ulir (mm)
½
14
19
¾
14
19
1
11,5
22
1 ¼
11,5
25
1 ½
11,5
25
2
11.5
25
3
8
38
4
8
41

1.2.   Menyambung Uliran Dengan Alat Penyambung
         Pipa-pipa yang telah diulir, disambungkan satu sama lain menurut gambar rencana/bentuk jaringan pipa yang diperlukan dengan bantuan alat-alat penyambung ( fitting ). Dalam penyambungan pipa harus teliti dan hati-hati sekali supaya tidak terjadi kebocoran nantinya apabila jaringan pipa telah dipergunakan.
Dalam penyambungan pipa kita membutuhkan bahan dan alat Bantu dalam penyambungan tersebut. Adapun bahan dan alat bantu tersebut adalah sbb :
1.      penjepit pipa
2.      dua atau lebih kunci pipa
3.      menie besi
4.      seal tape, tali rami, plastik, dll

      Langkah kerja penyambungan pipa adalah sebagai berikut :
1.          Jepit pipa
2.          Bagian pipa yang berulir diberi menie besi
3.      Bagian pipa yang akan disambung diberi atau dililit dengan sealtape searah jarum jam, kemudian dilaburi lagi dengan menie besi
4.      Masukkan atau pasangkan alat sambung yang diperlukan , mula-mula putar dengan tangan kemudian kencangkan dengan kunci pipa sampai semua ulir masuk pada alat sambung.

Langkah kerja penguliran adalah sebagai berikut :
1.      Tentukan panjang ulir
2.      Tiruskan ujung pipa
3.      Stel T dies / mata ulir / snef yang cocok
4.      Jepit pipa dengan kuat atau kaku
5.      Lakukan penguliran secara bertahap sambil diberi atau ditetesi oli sampai batas uliran.
È  Langkah kerja penyambungan pada pipa PVC adalah sebagai berikut :
1.          Bersihkan kedua ujung pipa yang akan disambung.
2.      Labur dengan lem pipa PVC sepanjang sambungan pada bagian pipa yang akan bersinggungan pada kedua ujung pipa.
3.          Lakukan penyambungan sambil mengatur letak atau posisi sambungan.
4.      Hindari pipa dari gangguan sampai lemnya mengeras agar posisi sambungan tidak berubah.
Dalam melakukan penguliran pipa, lapisan galvanisnya akan terbuang dan dalam penyambungan dengan alat sambungnya sering sebagian ulir ( yang bagian pangkalnya ) tidak tertutup, sehingga sangat rentan terhadap serangan karat. Oleh sebab itu diperlukan bahan yang dapat memperkuat sambungan sekaligus untuk mempermudah dalam pemasangan dan pembongkaran serta mencegah terjadinya korosi.
      Adapun macam-macam penguat sambungan adalah :
1.      sealtape ( plester dari campuran plastik karet yang berwarna putih )
2.      tali plastik
3.      tali goni atu tali rami
4.      tali ravis
Pada setiap penyambungan, pipa selalu diberi seal tape pada ulirannya kemudian dilabur atau dilapisi dengan menie besi, hal ini dimaksudkan untuk :
1.      Mencegah kebocoran
2.      Mencegah karat
3.      Memudahkan pembongkaran,
Cara pemasangan seal tape atau penguat sambungan yaitu dengan cara seal tape dipasang atau dililitkan searah jarum jam pada uliran sebanyak 2 – 4 lapis sampai semua uliran tertutup. Hal ini dimaksudkan agar waktu penyambungan pipa tidak lepas.

v  Dalamnya Pemasangan Pipa
            Pipa air minum (pipa baja maupun PVC) ditanam dalam tanah dengan kedalaman yang harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang, misalnya PAM. Kalau ketentuan yang mengatur tersebut belum ada, dapat diikuti pedoman sebagai berikut :
a.       40 cm atau lebih untuk daerah dimana tidak ada lalu lintas kendaraan.
b.      60 cm atau lebih untuk daerah dibawah jalan lalu lintas kendaraan ringan.
c.       90 cm atau lebih untuk daerah dibawah jalan dengan lalu lintas kendaraan umum atau kendaraan berat.
d.      20 cm atau lebih dibawah pondasi jalan yang diaspal.

1.7.  Membuat Sambungan T
            Dalam pekerjaan di lapangan kadang-kadang dijumpai penyambungan antara pipa baru dengan pipa yang telah terpasang. Dalam keadaan seperti ini penyambungan antara pipa yan baru dengan pipa yang lama dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
  1. Dengan bantuan alat-alat penyambung
Alat-alat penyambung yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah :
    1. Tee, bila ukuran sama besar, atau reducing tee bila ukuran pipa tidak sama besar.
    2. Union / kontra mur
    3. Barrel union
  1. Dengan cara pengelasan
Harus dibuat dulu gambar atau mal cowakan untuk kedua bagian pipa yang akan disambung. Setelah sambungan rapat dan rapi baru dilakukan pengelasan.
  1. Dengan cara penguliran langsung atau tanpa alat penyambung (Tap)
Cara ini biasanya dilakukan untuk penyambungan dua pipa hingga merupakan bentuk T, dimana pipa lama yang sudah terpasang itu berdiameter besar sehingga dinding pipanya tebal sedang pipa satunya lagi berdiameter kecil.

1.8.  Membengkok Pipa Galvanis
   Dalam pekerjaan pemasangan jaringan pipa, kadang-kadang pipa itu harus dibengkokkan, keadaan seperti ini terjadi apabila fitting ( alat sambung ) tidak ada dijual di pasaran. Pembengkokkan pipa sedapat mungkin hendaklah dihindari, karena pembengkokkan pipa itu akan menimbulkan beberapa kerugian pada pipa itu, antara lain :
a.       Memperbesar gesekan air ( friction )
b.      Kemungkinan bagian luar bengkokkan akan retak-retak dan lapisan galvanis akan terkelupas hingga pipa mudah berkarat.
Ada dua cara untuk membengkokkan pipa galvanis, yaitu :
1.      Dengan jalan dipanaskan
2.      Dengan cara mekanis
Alat dan bahan bantu yang diperlukan dalam pembengkokkan pipa adalah sebagai   berikut :
a.       Alat pemanas, tungku, lampu semprot ( blowing )
b.      Kawat atau seng untuk mal
c.       Pasir atau per spiral
d.      Landasan atau besi bulat


1.9.  Kerusakan dan Perbaikan Instalasi
¨      Kerusakan / kebocoran pipa dapat disebabkan oleh :
1.      Kerusakan pada pipa / dari pabriknya
2.      Kerusakan pada alat-alat sambungnya
3.      Penguliran yang terlampau dalam atau terlalu tipis
4.      Pemasangan klem yang tak sebanding ( jarak pasang terlalu jauh )
5.      Pengkaratan
6.      Pipa tidak kuat menerima tekanan air yang terlalu besar

¨      Perbaikan instalasi, dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
1.      Perbaikan Sementara
Perbaikan sementara dengan menggunakan klem dan baut serta dilapis karet penahan, hal ini bisa dilakukan untuk semua jenis pipa.
2.      Perbaikan Tetap / Permanent
·         Untuk pipa besi,
            Langkah kerjanya :
§  Setelah ditemukan lokasi yang rusak, matikan aliran airnya.
§  Gali tanah disekitar lokasi pipa yang bocor.
§  Ukur pipa yang akan dibuang.
§  Buang/potong pipa yang rusak dan bersihkan bramnya.
§  Ulir kedua ujung pipa.
§  Sambung pipa dengan menggunakan barrel union atau yang lain.

·         Untuk pipa PVC,
    Langkah kerjanya :
§  Setelah ditemukan tempat yang bocor, matikan aliran air dan gali tanah disekitar lokasi.
§  Ukur, lalu potong / buang pipa yang rusak.
§  Bersihkan bekas potongan.
§  Olesi kedua permukaan pipa yang akan disambung dengan lem khusus.
§  Sambung pipa dengan alat sambung yang sesuai.

Didalam penggambaran rencana dikenal symbol-simbol dalam instalasi, adapun simbol-simbol itu adalah sebagai berikut :
a. Instalasi Air Kotor    :                                                  ( warna hitam )
b. Instalasi Air Bersih   :                                                  ( warna biru )
c. Instalasi Air Panas    :                                                   ( warna merah )

1.10.  Memotong Pipa
Memotong pipa ada 3 cara :
1.      Dengan menggunakan gergaji besi
Keuntungan penggunaannya :
o   Bisa dibawa kemana-mana.
o   Dapat digunakan pada tempat yang sempit


            Kerugian penggunaannya :
o   Pengerjaannya memerlukan waktu yang cukup lama.
o   Hasilnya tidak begitu baik.

2.      Dengan menggunakan Pipa Cutter
            Keuntungan penggunaannya :
o   Pekerjaan lebih cepat selesai.
o   Hasilnya baik dan rata.

            Kerugian penggunaannya :
o   Memerlukan tempat yang cukup luas.
o   Bila terlalu dalam menekan cutternya, diameter pipa akan mengecil.

3.  Gabungan keduanya.

1.11. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Kerja Pipa
Ilmu-ilmu ( pekerjaan-pekerjaan ) yang berhubungan dan mendukung kerja pipa antara lain :
1.      Kerja Pelat
Kerja plat biasanya dibutuhkan untuk pembuatan klem pipa yang dan perbuatan klem penggantung pipa serta pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan plat.
2.      Kerja Las
Pekerjaan ini berhubungan dengan penyambungan pada pipa besi dan untuk penyambungan pipa dengan system flens.
3.      Kerja Intalasi Pipa
Kerja ini biasanya adalah untuk pekerjaan yang berhubungan dengan proses pemasangan pipa atau pekerjaan perangkaian pipa.
4.      Kerja Drainase
Kerja Drainase dalam pekerjaan instalasi pipa yaitu pada waktu pemasangan pipa yang diletakan didalam tanah agar terhindar dari keadaan luar yang akan mengganggu kekuatan pipa itu sendiri.
5.      Kerja Sanitasi
Kerja sanitasi merupakan pekerjaan pemasangan alat-alat sanitasi seperti bak air, Wastafel, Meja cuci, Bak mandi serta alat penerima lainnya yang digunakan untuk menerima air bersih atau air kotor yang selanjutnya dibuang ketempat pembuangan.Alat-alat tersebut dari bahan keramik yang bahannya mudah didapat.



1.12.  Memasang Alat Saniter
       Setiap bangunan dihuni oleh manusia, baik itu rumah tinggal, pertokoan, kantor-kantor, sekolah-sekolah ataupun bangunan industri dan perbengkelan, selalu harusnya dilengkapi dengan peralatan plumbing ( Sanitary Fixtures ).
Alat saniter adalah suatu alat untuk keperluan manusia yang ada hubungannya dengan kebutuhan air dann pembuangannya, sehingga manusia dapat terjamin kesehatannya.
Adapun yang disebut peralatan plumbing / saniter, yaitu :
1.      Tempat cuci tangan ( lavatory )
2.      Tempat cuci piring ( sink )
3.      Bak mandi
4.      Tempat buang air kecil ( urinoir )
5.      Tempat buang air besar ( wc )

Adapun bahan yang digunakan untuk peralatan saniter harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1.      Tidak menyerap air
2.      Tidak berkarat dan tidak mudah aus
3.      Relatif mudah dibuat
4.      Mudah dipasang

1.12.1. Macam-Macam Alat Saniter :

a.   Wastafel ( Bak cuci tangan )
images
Wastafel biasanya dipasang didalam kamar mandi, ruang makan atau kamar tidur dan ruang lain yang membutuhkannya. Wastafel mempunyai bentuk seperti bak air dengan kran dan alat penahan bau ( leher angsa ). Tinggi pemasangan wastafel yaitu 80 cm.
b.   Sink ( Bak Cuci Piring )
images3

Yaitu digunakan untuk mencuci barang pecah belah.Biasanya ditempatkan diruang dapur dan ketinggian meja cuci hendaknya antara 70 – 90 cm. Sedangkan untuk mulut dapat dipasang alat penahan bau yang berfungsi sebagai alat saringan.

c.   Kloset
Kloset dipakai untuk tempat pembuangan air besar dengan air bilasan. Air yang dipakai tidak mengandung zat kimia yang dapat mematikan binatang-binatang kecil yang hidup dalam bak yang dapat menghancurkan safety tank. Kloset biasanya ada 2 macam yaitu :
·         Kloset Jongkok
Kloset ini bentuk yng paling sederhana yang mudah didapat dipasaran juga dapat dibuat sendiri dari pasangan batu bata dan diplester.Jenis kloset ini sering digunakan karena mudah dan praktis.

·         Kloset Duduk

            Dibuat dari bahan kwarsa pasir dan gips model yang dilengkapi dengan tangki air pengontrol untuk menyiram kotoran kloset. Konstruksi penahan bau dibuat sempurna hingga kotoran tidak dapat keluar sedikitpun.






d. Bak mandi ( Bath tub )
images23
      Bak mandi ini terbuat dari plastic, kaca, dll. Berfungsi sebagai tempat mandi dan dapat berendam.

e.  Tempat buang air kecil ( urinoir )
·         Urinal
            Tempat buang air kecil pria. 









·         Bidet
            Tempat buang air kecil wanita.

1.12.2. Kelompok Alat Saniter
Karena Alat-alat saniter banyak macamnya dan tidak sama kegunaannya, Serta mengingat air kotor yang didapatkan dari alat saniter itu tidak sama, Maka dapat dikelompokan menjadi :
  1. Alat saniter badan (ablutionary fixtures )
Contohnya :
1.      Bak mandi rendam.
2.      Bak mandi siram.
3.      Bak cuci tangan.
4.      Shower
  1. Alat saniter cucian (waste water fixtures )
Contohnya :
1.      Bak cuci pakaian.
2.      Mesin cuci pakaian.
3.      Bak tempat minum
  1. Alat saniter lemak (Greasy water fixtures)
Contohnya :
1.      Tempat cuci piring.
2.      Mesin cuci piring.
  1. Alat saniter Kotoran (soil fixtures)
Contohnya :
1.      Kloset.
2.      Bidet.
3.      Peturasan (urinoir).

1.13. Kemiringan Pipa
Salah satu yang mendukung atau mempengaruhi pekerjaan plumbing adalah kemiringan pipa. Kemiringan pipa adalah penting agar air yang mengalir lancar tanpa ada gangguan pada aliran maupun pada pipa itu sendiri. Artinya kalau kemiringannya terlalu sedikit bisa mengakibatkan aliran air kurang lancar. Atau sebaliknya kalau kemiringan terlalu besar dapat mengakibatkan desakan air yang besar pula sehingga perlu diperhatikan batas kemampuan pipa dalam hubungannya dengan tekanan air, Yaitu ;
1.      kemiringan pipa tanah            1 : 4
2.      Kemiringan pipa PVC            1 : 60
3.      Kemiringan pipa besi lebih curam
           Perubahan arah dari aliran tidak bisa ditiadakan seluruhnya, Karena air yang dialirkan bukan hanya sumber satu group sanitasi, Juga mengingat situasi pada lapangan dimana pipa akan dipasang, Namun demikian usahakan sebisa mungkin untuk diperkecil jumlah perubahan aliran. Semakin banyak perubahan aliran berakibat akan memperlambat kecepatan aliran dan juga semakin banyak Alat-alat penyambung yang dibutuhkan.
Perubahan aliran dibuat sedemikian rupa sehingga jangan sampai terjadi pengurangan kecepatan yang besar. Dapat disimpulkan banyaknya satu perubahan aliran akan membutuhkan perawatan yang besar pula yaitu biaya pembersihan kalau ada terjadi penyumbatan dan juga menambah biaya pembuatan.




1.14.  Jaringan Pipa
Jaringan pipa menurut pemakaiannya ada 3 macam, Yaitu :
1.      Jaringan pipa induk,
Jaringan pipa yang digunakan untuk mengalirkan air langsung dari sumber air.
2.      Jaringan pipa cabang/ distribusi,
Pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari pipa induk ke pipa  Plumbing.
3.      Jaringan pipa plumbing,
            Jaringan pipa yang digunakan saat mengalirkan aliran air dari pipa  cabang ke rumah-rumah atau bangunan.

 Untuk keperluan instalansi jenis-jenis pipa PVC dan pipa GALVANIS, Yaitu :
a)      Ringan :   Untuk instalasi listrik
b)      Berat  :   Untuk instalasi air yang mempunyai tekanan besar baik  tekanan air atau tekanan gas dan minyak bumi.
c)      Sedang:   Untuk instalasi air yang tidak mempunyai tekanan yang besar.

1.15. Macam-macam Air
a)      Air lunak
Air lunak adalah air hujan yang mengandung garam. Air ini tidak boleh dilirkan melalui pipa yang tertutup dari timah hitam, sebab akan bereaksi dan menimbulkan zat-zat beracun.

b)      Air sadah
Air sadah adalah air yang banyak mengandung garam.
Contohnya : air laut.



1.16. Pemanas Air
Pemanas air terdiri dari dua jenis,Yaitu :
1.      Pemanas air gas otomatis
Adalah suatu alat pemanas air yang menggunakan gas LPG atau gas lainnya sebagai bahan bakunya.
Jenis pemanasan air gas otomatis ada 2 macam :
a.       Pemanas air gas otomatis tunggal
b.      Pemanas air gas ganda
2.      Pemanas air listrik
Adalah suatu alat pemanas air yang menggunakan energi listrik sebagai sumber panasnya.
Jenis pemanas air listrik ini dibagi 2 macam :
a.       Pemanas air listrik sesaat
Pada pemanas air jenis ini daya listrik hanya akan mengalir kedalam elemen pemanas listrik apabila  kran air panas dibuka. Biasanya dilengkapi pula dengan alt yang akan mengurangi arus listrik untuk mengatur suhu air bila laju aliran listrik pada waktu suhunya telah mencapai batas tertinggi yang diizinkan.
b.      Pemanas Air Listrik bertangki
Pada pemanas air jenis ini mempunyai elemen listrik sebagai pemanas yang dibenamkam dalam air didalam tangkinya. Kapasitas pemanasnya mulai 1 kw dan ada yang sampai sekitar 50 kw.

Untuk lebih lengkap, silahkan Download pada Link dibawah ini:
http://www.4shared.com/document/5AsE5JD0/Bab_II_Laporan_Sistem_Saluran_.html

3 komentar:

Anonim mengatakan...

thank's

adi reza mengatakan...

bagi datanya gan

pipa hdpe mengatakan...

Referensi yang bagus. Menjadi informasi baru untuk kami.
Terima kasih.

Poskan Komentar

Baca Yang Lainnya dan Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda